online :      Monday 27th December 2004 09:30:16 PM -- 15 Zulkaedah 1425
Menu-atas
Hayatulislam.net   Depan   Tentang Kami   Kontak Kami
Hayatulislam.net Portal Links

hayatulislam.net v 4_3
Navigasi
Hizbut Tahrir Indonesia
GEMA Pembebasan
Buletin Al-Islam
Mutiara Al Quran


Artikel Terbaru Sebelumnya
•  Hidup Bermasyarakat 20 Dec
•  Apa Itu Filsafat? 17 Dec
•  Tadarruj Dalam Memperjuangkan Hukum Islam 16 Dec
•  Benarkah dunia telah 80 tahun menanti khilafah? (tanggapan-1 atas tanggapan Irfan Junaidi) 15 Dec
Artikel Populer
Kehidupan Ekonomi Dalam Daulah Khilafah Islamiyah (946)
Manhaj Hizbut Tahrir Fi Al-Taghyir (Telaah Sekilas) (936)
Titik Tolak Perjalanan Dakwah Hizbut Tahrir (718)
Dinamika Aqidah Islam (708)
 
Menu-atas
Interaktif
• Guestbook
• Site Statistik
• Forum Diskusi
• Chatting
• eBook
Menu-atas
Syariat Islam
• Syakhshiyah
• Nafsiyyah Fikriyyah
• Dakwah
• Ekonomi
• Siyasah
• Sanksi
Menu-atas
Rubrik Khusus
• Hikmah
• Telaah Kitab
• Opini
• Kritik
• Konsultasi Islam
Bulletin
• Politik - AL-ISLAM
• Remaja - STUDIA
LOGIN
Username
Password
forgot password?
Daftar Mailing List !

Advanced search

Komentar Lainnya

Abbas: Assalamualaikum Untuk mengerti lebih jauh apa yang terjadi dengan kehalifahan dan bagaimana jalan kembalinya kekhalifahan (BUKAN MENANTI-tapi harus dikerjakan!!) saya mengajurkan untuk membaca buku: The Return of The Chaliphate dari Shaykh Abdalqadir as-Sufi, (bisa tanyakan pada saya, Abbas Firman, jakarta1212) The Return of the Gold Dinar by Prof Umar bey Ibrahim ...

Abbas: Assalamualaikum Untuk mengerti lebih jauh apa yang terjadi dengan kehalifahan dan bagaimana jalan kembalinya kekhalifahan (BUKAN MENANTI-tapi harus dikerjakan!!) saya mengajurkan untuk membaca buku: The Return of The Chaliphate dari Shaykh Abdalqadir as-Sufi, (bisa tanyakan pada saya, Abbas Firman, jakarta1212) The Return of the Gold Dinar by Prof Umar bey Ibrahim ...

Ihsan: Memang Amerika sejak dulu sudah menampakkan kebenciannya kepada Islam dan Umat Islam. tapi umat islam sendiri tidak banyak yang tidak menyadarinya. Dan yang paling disayangkan, umat negeri-negeri Islam yang dekat dengan daerah yang diserang oleh kaum kafir tidak mau memberikan bantuan. Padahal, walau seberapa hebatnya Amerika jika dilawan secara jama'i ...

Pro-Kontra Teori Konspirasi
22, Nov 04 | 7:52 pm
rfk: konspirasi "opini media" ini pada sebagian umat Islam akan berdampak menjadi "merasa sebagai tertuduh", secara psikologis ini tidak mengenakkan, maka akan bereaksi meminimalisir tekanan "perasaan sebagai tertuduh" ini dengan meredusir hal-hal yang "terkesan angker & sangar" dari dakwah-dakwah ajaran Islam, dengan maksud ingin menonjolkan kesan "ramah & sejuk" ajaran Islam. ...

Stop Maksiat: Sebatas Ramadhan?
20, Oct 04 | 9:21 am
Haji Muhammad: Kepada para pembaca yang pintar Hukum dibawah UUD45 adalah KUHP (Kitab Undang Undang Hukum Pidana). KUHP disalin atau ditulis dari kitab hukum "wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch-Indie; yang dipergunakan oleh Belanda; sebelum Indonesia merdeka. Islam adalah agama yang mengajarkan Monotheis dan menjunjung tinggi HAM. Banyak pelanggaran HAM didalam KUHP sehingga Indonesia ...

Memahami Hakekat Tauhid
18, Oct 04 | 9:46 pm
wmaruf: Anda Belum membahas satu masalah Bi, 'Tauhid Mulkiyah' ...

Pencarian Antara Dua Extrema
15, Oct 04 | 10:57 pm
ahmad: semoga Allah memuliakan saudara yang saling mengingatkan dg ilmu ...

Pencarian Antara Dua Extrema
12, Oct 04 | 2:02 am
edym: Assalamu'alaikum wr wb Ada beberapa catatan berkaitan dengan qolbu dan akal ini. Pertama, terminologi qolbu dan akal dalam AQ. Kedua, dakwah Islam kepada qolbu atau kepada pemikiran? Terminologi qolbu dan akal dalam AQ. Kita merujuk kepada terminologi qolbu dalam AQ. Di beberapa ayat disebut dengan qolbu, di ayat lain disebut dengan fuad. Misalnya QS Al A’raf [7] ayat ...

Bersegera Melaksanakan Syariah
08, Oct 04 | 5:42 pm
wmaruf: Abi Muhammad, bukankah Allah berfirman "Wa laa talbisu l haqqa bil bathil" ? bagaimana mungkin syariah diterapkan jika sumber dari segala sumber hukum di negara ini adalah berhala Burung Gepeng ? bukankah Allah hanya berkehendak bahwa DiinNya dimenangkan di atas segala diin yang ada? Jika syariah diterapkan sementara ...

Ibadah
06, Oct 04 | 5:34 am
wmaruf: Yang masalah hari ini adalah: banyak orang menganggap Ibadah itu hanya 5 rukun Islam, sedangkan bagaimana menegakkan Hukum Allah di muka bumi kebanyakan kaum 'muslim' malah melupakannya.. dan sibuk dengan program-program batil yang dimurkai Allah. ...

wmaruf: pengambilan kekuasaan dilakukan pada saat Futuh, yang notabene dilalui dulu oleh proses Hijrah dan Qital/Perang, tanpa kedua proses sebelumnya proses penegakkan Din/Khilafah akan prematur. .. tahap Ketiga, Marhalah Istilamu al-Hukmi, yakni tahap pengambilalihan kekuasaan guna penerapan syariat Islam secara utuh dan menyeluruh dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia. ...

wmaruf: mohon dibaca QS 4/140 pak, rasulullah justru uzlah dari darun nadwah, beliau tidak lagi menggunakan partai politik .. dan sepenuhnya berlepas diri dari kegiatan darun nadwah. Partai Politik Guna merealisasikan tujuannya itu, Hizbut Tahrir telah menetapkan metode perjuangannya berdasarkan pengkajiannya terhadap thariqah (metode) dakwah Rasulullah sejak berdakwah pertama kali di Makkah ...

Nadia Ali: Assalamu a’laikum Afwan mohon nasihatnya. Pendapat bahwa keterlibatan/bergabung dalam parlemen saat ini adalah perkara yang tidak sesuai dengan hukum syara’ dan antum pernah mengemukakan sebuah dalil: “Demi Allah, seandainya mereka sanggup meletakkan matahari di sebelah kananku dan bulan di sebelah kiriku agar aku mau meninggalkan urusan (dakwah) ini, aku tidak akan ...

Penerapan Syariat, Bukti Keimanan
15, Sep 04 | 12:16 pm
muhammad567: Kepada para pembaca yang pintar Islam adalah agama terbesar di Indonesia; sehingga ummat Islam merupakan pembayar pajak terbesar sejak tahun 1945; walaupun demikian sebagian besar ummat Islam berada dibawah garis kemiskinan. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2005 sebesar 360 triliun. Ini berarti Pemerintah RI akan menghabiskan dana sebesar ...

Hukum Menggambar Makhluk Bernyawa
03, Sep 04 | 10:45 pm
athifah: Ass...................................... Apa bisa dijelaskan tentang nikah mut`ah???bgm islam memandang tentang masalah ini, dan bagaimana sejarahnya??? Syukran sebelumnya ...

bin: Ass, Golongan mahluk bernyawa adalah hewan dan manusia. Bagaimana halnya dengan mikroorganisme bersel satu, apakah dia dikategorikan sebagai hewan dan tidak boleh digambar juga utk kepentingan pelajaran biologi sekolah? Demikian juga dengan menggambar sebagian manusia/hewan, apakah tidak boleh menggambarkan posisi organ tubuh, jaringan, serta satu sel yang ada padanya utk kepentingan belajar ...

Sipil v Militer: Gagasan Absurd
01, Sep 04 | 9:12 am
Haji Muhammad: Kepada para pembaca yang pintar Negara terbagi dua jenis yaitu Autocrasy dan Democrasy. Pakistan, Lybia, Cuba dan beberapa negara di Afrika adalah negara Autocrasy. Pakistan dipimpin oleh Jendral Musyaraf; Lybia dipimpin oleh Colonel M Khadafi; Indonesia dipimipin oleh Jendral Soeharto juga merupakan negara Autocrasy. Kekuasaan tertiggi ditangan Pemimpin Negara atau President; ...

Redaksi: Redaksi: Berikut adalah komentar yang dikirim ke email Redaksi. Ada beberapa pendapat saya yang mungkin tidak sesuai dengan tulisan itu. Sebagian pendapat dari tulisan ini bagus, saya setuju, oke. Namun mari kita lihat beberapa hal yang saya kurang setuju sehingga menjadikantulisan ini kurang oke :-) Saya mengerti bahwa Islam harus diaplikasikan secara ...

Arsip Syariat Islam
Syaksiyah
•  Pemimpin Yang Harus Ditaati 05 Nov
•  Hakekat Syahadat Tauhid 19 Oct
•  Memahami Hakekat Tauhid 18 Oct
•  Bersegera Melaksanakan Syariah 07 Oct
•  Ibadah 04 Oct
•  Umur Dan Keraguan 28 Sep
•  Menangis Yang Dianjurkan 26 Sep
•  Takut kepada Allah 20 Sep

Nafsiyyah Fikriyyah
•  Mengadopsi Pemikiran Islam 09 Dec
•  Keistimewaan Dan Keunggulan Pemikiran Islam 03 Dec
•  Karakteristik Pemikiran Islam 12 Nov
•  Perubahan Masyarakat Lewat Pemikiran Islam 06 Nov
•  Akrab Dengan Al-Qur’an 28 Oct

Dakwah
•  Meraih Kemuliaan Dengan Dakwah 16 Sep
•  Problem Kristenisasi Butuh Penanggulangan Ideologis 06 Aug
•  Tanggung Jawab Umat Dalam Dakwah Islam 29 May
•  Manhaj Hizbut Tahrir Fi Al-Taghyir (Telaah Sekilas) 15 Apr
•  Menegakkan Kembali Negara Khilafah: Dengan Metode Rasulullah Saw 11 Apr
•  Metode Mengubah Masyarakat 05 Apr
•  Taghyir Ekstra Parlemen 18 Mar
•  Dakwah Meletakkan Pondasi Khilafah Islamiyyah 01 Mar

Ekonomi
•  Menyoroti Problem Ketenagakerjaan 25 Oct
•  Solusi Islam Atas Kemiskinan 23 Oct
•  Politik Bantuan Luar Negeri 21 Oct
•  Meluruskan Persepsi Keliru Terhadap Sistem Ekonomi Islam 17 Oct
•  Strategi Amerika Untuk Menguasai Ekonomi Dunia 10 Oct
•  Globalisasi: Skenario Mutakhir Kapitalisme 08 Oct
•  Hukum Seputar Leasing 28 Aug
•  Ada Apa Dengan Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia? 19 Aug

Siyasah
•  Hubungan Sipil Dan Militer Dalam Pemerintahan Islam 08 Dec
•  Administrasi Negara Islam Menjamin Kesejahteraan Rakyat 02 Dec
•  Perang Melawan Terorisme (Membaca Lagi Motif AS) 01 Nov
•  Mengatur Wakil Rakyat Dengan Syariat 05 Oct
•  Tegaknya Khilafah, Wajib Dan Perlu 25 Sep
•  Ancaman Pangkalan Militer AS 23 Sep
•  Di Balik ‘Bom Kuningan’ 15 Sep
•  Memahami Paradigma Baru Politik Polaritas LN AS 13 Sep

Sanksi
•  Hukum Tajassus (Spionase) 18 Sep
•  Sanksi Bagi Perompak (Hirabah) 12 Jun
•  Hukum Ghulul 27 Dec
•  Fungsi Uqubat Dalam Islam 27 Dec
•  Tindakan Yang Dijatuhi Sanksi 08 Nov
•  Hukum Pidana Islam Sebagai Penebus & Pencegah 26 Oct
•  Indahnya Pengadilan Islam 14 Oct
Rubrik Khusus
Hikmah
•  Iman dan Istiqomah 27 Dec
•  Hidup Bermasyarakat 20 Dec
•  Mencegah Perbuatan Munkar 13 Dec
•  Dampak Kedatangan Mars bagi Kehidupan Kita 06 Dec
•  Seniorisme Dan Ashabiyah 30 Nov
•  Memilih 10 Nov
•  Cinta Dunia, Takut Mati 04 Nov
•  Mengayomi Rakyat 30 Oct

Telaah Kitab
•  Fitrah 01 Dec
•  Berpaling Dari Syariat Menuai Kesempitan Hidup 02 Nov
•  Antara Tafsîr Dan Ta’wîl 02 Oct
•  Antara Fikih Dan Syariat Islam 17 Sep
•  Penerapan Syariat, Bukti Keimanan 14 Sep
•  Meluruskan Makna Ijtihad 07 Aug
•  Menyoal Fiqh Al-Wâqi’ 02 Aug
•  Sosok Kepemimpinan Khalifah Abu Bakar r.a. 13 Jul

Opini
•  Mencegah Lahirnya Generasi Preman 24 Dec
•  Kilas Balik Perang Salib 22 Dec
•  Perjuangan Penegakkan Syariat Islam: Tantangan di Era Pemerintahan Baru 21 Dec
•  Benarkah dunia telah 80 tahun menanti khilafah? (tanggapan-1 atas tanggapan Irfan Junaidi) 15 Dec
•  Krisis Iran: Kegagalan Revolusi Islam? 14 Dec
•  Di Balik Rencana Kerjasama Keamanan AS-Australia-Indonesia 10 Dec
•  Mencurigai Asing di Balik Teror Bom 15 Nov
•  Membangkitkan Taraf Berpikir Umat 13 Nov

Kritik
•  Menyoroti Draft KHI Dari Perspektif Ideologis Dan Metodologis 09 Nov
•  Pro-Kontra Teori Konspirasi 08 Nov
•  Menggugat Gagasan Perubahan Hukum Islam 31 Oct
•  Menggugat Draf Kompilasi Hukum “Inkar Syariat” 13 Oct
•  Telaah Etika Bisnis Islami Menurut Rafiq Issa Beekun 12 Oct
•  Hakikat Penyucian Diri 03 Oct
•  Menggugat Fikih Lintas Agama 11 Sep
•  Syariat Islam Belum Laku Tapi Wajib (Tanggapan Untuk J Geovanie) 10 Sep

Konsultasi Islam
•  Kesaksian Hilal Yang Bertentangan Dengan Ilmu Astronomi 23 Dec
•  Apa Itu Filsafat? 17 Dec
•  Tadarruj Dalam Memperjuangkan Hukum Islam 16 Dec
•  Kedudukan Akal Di Dalam Islam 07 Dec
•  Hukum Tentang Ikhtilath 29 Nov
•  Apakah Di Dalam Ibadah Ada ‘illatnya? 07 Nov
•  Sholat Bagi Astronot 03 Nov
•  Adakah Zakat Profesi Dalam Islam? 29 Oct

Bulletin Politik AL-ISLAM
•  Fallujah, Hamparan Bumi Jihad [Buletin Al-Islam Edisi 230] 14 Nov
•  Buletin Edisi 014: Ancaman Allah Terhadap Pejabat Yang Tidak Amanah 28 Jul
•  Buletin Edisi 013: Campur Tangan Asing, Mengapa Masih Diragukan? 23 Jul
•  Buletin Edisi 012: Pendidikan Islam - Mencetak Pribadi Unggul 16 Jul
•  Buletin Edisi 011: Menampilkan Kembali Islam Sebagai ‘Ideologi’ 09 Jul
•  Buletin Edisi 010: Istiqâmah Dalam Mengemban Dakwah 02 Jul
•  Buletin Edisi 009: Politik Ulama: Jangan Terjebak Kepentingan Sesaat 03 Jun
•  Buletin Edisi 008: Mengakhiri Nestapa Umat Islam 12 May

Buletin Remaja - STUDIA

Menyoroti Draft KHI Dari Perspektif Ideologis Dan Metodologis

Kategori : Kritik

Oleh: M. Shiddiq al-Jawi
Publikasi 09/11/2004

hayatulislam.net - Pengantar

Draft KHI (Kompilasi Hukum Islam) yang kontroversial itu menurut para penggagasnya (Tim Pengarusutamaan Gender Depag) lahir sebagai upaya mencari alternatif dari tuntutan formalisasi Syari’at Islam yang kaffah pada satu sisi, dengan keharusan menegakkan demokrasi dalam nation-state Indonesia pada sisi yang lain. Agar menjadi hukum publik yang layak, maka menurut penggagas Draft KHI, setidak-tidaknya Syariat Islam perlu dikaji ulang dalam empat pendekatan utama, yakni gender, pluralisme, hak asasi manusia, dan demokrasi. Sementara itu KHI yang telah ada selama ini sejak tahun 1991 dianggap tidak memadai, kontradiktif dengan prinsip-prinsip universal, serta tidak sesuai dengan hukum nasional dan internasional.


Oleh Redaksi 09Nov 2004 | [0 comments] (153 views) | Read More...

Pro-Kontra Teori Konspirasi

Kategori : Kritik

Oleh: Gus Uwik
Publikasi 08/11/2004

hayatulislam.net - Teori konspirasi belakangan ini kembali menguak dalam khazanah perbincangan masyarakat tatkala sedang membicarakan rentetan aksi-aksi bom yang terjadi di Indonesia maupun di luar negeri. Menarik diperbincangkan karena —oleh sebagian pihak— teori ini diharapkan mampu menguak berbagai misteri yang meliputi peristiwa-peristiwa tersebut, terutama siapa otak pelaku pengeboman tersebut. Namun di sisi lain, sebagian pihak ada yang bersikap sebaliknya, menolak dipakainya teori konspirasi sebagai ‘pisau bedah’ masalah.


Oleh Redaksi 08Nov 2004 | [1 comments] (142 views) | Read More...

Menggugat Gagasan Perubahan Hukum Islam

Kategori : Kritik

Oleh: Abdul Karim Hasan
Publikasi 31/10/2004

hayatulislam.net - Amerika telah menabuh genderang perang terhadap Islam dan telah membuktikannya secara nyata. Berulang-ulang Amerika menjelaskan tanggung jawabnya, bahwa situasi kondisi saat ini merupakan kesempatan sejarah untuk mengubah perjalanan sejarah di Timur Tengah. Untuk merealisasikan tujuannya ini Amerika telah dan terus-menerus melakukan berbagai kampanye. Di antaranya adalah kampanye untuk mengubah kurikulum pendidikan dan silabus informasi di negeri-negeri Islam, juga segala hal yang berkaitan dengan pendidikan agama dan pemikiran Islam. Amerika juga telah menghubungkan Islam dengan terorisme.


Oleh Redaksi 31Oct 2004 | [0 comments] (84 views) | Read More...

Menggugat Draf Kompilasi Hukum “Inkar Syariat”

Kategori : Kritik

Publikasi 13/10/2004

hayatulislam.net - Draf (rancangan) Kompilasi Hukum Islam (KHI) sedang menjalani sosialisasi pertama (Republika, 5/10/2004). KHI adalah suatu buku yang dibuat dengan tujuan untuk dijadikan acuan para hakim peradilan agama jika persoalan yang mereka hadapi belum termuat dalam Undang-undang, khususnya UU Peradilan Agama —yang saat ini hanya mengatur masalah pernikahan, perceraian, dan waris.

Namun, sejumlah pasal KHI ini langsung memicu kontroversi, bahkan bertolak belakang dengan RUU Peradilan Agama yang baru. Guru Besar Hukum Islam UI, Tahir Azhari, dengan terang-terangan menganggap beberapa poin draf ini mengada-ada. Kritik tajam juga dikemukakan guru besar UIN Hasanuddin Af. Dia menganggap para penyusun draf secara langsung bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Hadits.

Pasal-pasal kontroversi itu antara lain:

1. Asas perkawinan adalah monogami. Perkawinan di luar itu harus dinyatakan batal secara hukum (pasal 3 ayat 2).

Aneh, sesuatu yang dimubahkan Allah mereka larang, namun yang sudah jelas haramnya malah didiamkan atau bahkan didukung, seperti perlawanan mereka terhadap pasal-pasal zina dalam RUU KUHP.


Oleh Redaksi 13Oct 2004 | [0 comments] (157 views) | Read More...

Telaah Etika Bisnis Islami Menurut Rafiq Issa Beekun

Kategori : Kritik

Oleh: Muhammad Shiddiq al-Jawi
Publikasi 12/10/2004

hayatulislam.net - Pendahuluan

Tulisan ini bertujuan menguraikan 2 (dua) hal: Pertama, deskripsi pemikiran Rafik Issa Beekun tentang sistem etika Islam (The Islamic Ethical System) dalam bisnis, seperti yang terdapat dalam buku Islamic Business Ethics karya Rafik Issa Beekun (1997).*1) Kedua, pandangan dan analisis penulis terhadap topik yang diuraikan oleh Beekun.

Beekun (1997) memulai uraiannya dengan menjelaskan berbagai penyimpangan etika bisnis dalam masyarakat Barat, seperti diskriminasi rekrutmen dan promosi pegawai (1997:1). Kemudian, Beekun menjelaskan 4 (empat) pokok pemikirannya yang berkaitan dengan sistem etika Islam dalam dunia bisnis, yaitu: (1) definisi etika dan etika bisnis serta keterkaitannya dengan aspek normatif Islam, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku etika individu dalam Islam, (3) sistem etika Islam, yang berisi studi perbandingan berbagai sistem etika dan uraian aksioma-aksioma filsafat etika Islam, dan (4) tingkatan-tingkatan perilaku sah dan tidak sah dalam Islam.

Adapun pandangan dan analisis penulis, akan menyentuh beberapa topik permasalahan, yaitu: (1) keterbatasan definisi etika bisnis Beekun, (2) hubungan istilah etika dengan aspek normatif Islam, (3) etika bisnis tentang format perusahaan Islami (syirkah Islamiyah), (4) kritik terhadap sistem etika sekuler dan sistem etika agama lain, (5) aksioma filsafat-filsafat etika Islam, (6) integrasi etika dan fiqih.


Oleh Redaksi 12Oct 2004 | [0 comments] (400 views) | Read More...

Hakikat Penyucian Diri

Kategori : Kritik

Oleh: Arief B. Iskandar
Publikasi 03/10/2004

hayatulislam.net - Istilah tazkiyah an-nafs (‘penyucian diri’ atau ‘penyucian jiwa’) adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia tasawuf atau para sufi. Dalam konteks sekarang, istilah ‘bening hati’ atau ‘bening kalbu’, yang dipopulerkan Aa Gym, mungkin juga merupakan istilah lain dari tazkiyah an-nafs ini.

Secara bahasa, istilah tazkiyah an-nafs merupakan gabungan dari dua kata, yakni tazkiyah dan nafs. Tazkiyah berasal dari kata zakkâ-yuzzaki-tazkiyah, yang maknanya sama dengan tathhîr (dari kata thahhara-yuthahhiru-tathhîr[ah]), yang berarti penyucian, pembersihan, atau pemurnian (lihat Atabik Ali & Ahmad Zuhdi Mudlor, 1996, hlm. 469; ar-Razi, 1995: 1/115). Sedangkan nafs adalah kata yang multimakna (musytarak). Dalam sebagian kamus bahasa Arab, kata nafs sering diterjemahkan dengan diri, jasad, jiwa, nafsu, ruh, atau kalbu. Bahkan, nafs juga diartikan dengan darah sehingga para wanita yang melahirkan dikatakan sebagai orang-orang yang sedang dalam keadaan nifas, artinya banyak mengeluarkan darah.

Secara bahasa, semua pengertian tentang nafs di atas memungkinkan alias benar (lihat: Ibn Manzhur, t.t., 6/234-238). Di dalam al-Qur’an sendiri terdapat 295 kata nafs, baik berdiri sendiri atau digandengkan dengan kata lain (Dr. Adnan Syarif, 1987: 54).


Oleh Redaksi 03Oct 2004 | [0 comments] (187 views) | Read More...

Menggugat Fikih Lintas Agama

Kategori : Kritik

Oleh: M. Shiddiq al-Jawi
Publikasi 11/09/2004

hayatulislam.net - Pengertian dan Latar Belakang

Fikih Lintas Agama (selanjutnya disingkat FLA) merupakan gagasan Nurcholish Madjid dkk (2004) sebagai upaya pembaruan fikih untuk mengatur hubungan sosial umat Islam dengan umat non-Islam. Pembaruan itu dilatarbelakangi suatu anggapan, bahwa fikih klasik dianggap sudah tidak relevan dengan realitas kekinian, karena dibangun pada zaman tertentu dan untuk komunitas tertentu. Fikih klasik juga dianggap tidak cocok dengan modernitas karena menebarkan permusuhan dan kekerasan antaragama (ada istilah “musyrik”, “murtad”, dan “kafir”). Padahal Islam adalah agama yang mengedepankan semangat toleransi dan kebersamaan (Madjid dkk, 2004: 3-5). Karena itu, diperlukan pembaruan fikih dengan cara memulangkan fikih pada ushul fikih, atau memulangkan syariat pada maqâshid syarî‘ah —mengikuti gagasan Imam asy-Syatibi (w. 790 H) dalam Al-Muwâfaqât. Dengan demikian, segala ketentuan fikih haruslah dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan-tujuan syariat, yaitu “kemaslahatan”, yang didefinisikan sebagai “mengambil yang bermanfaat dan menghindari yang merusak” (jalb al-manâfi’ wa dar’u al-mafâsid) (Madjid dkk, 2004: 10).


Oleh Redaksi 11Sep 2004 | [0 comments] (237 views) | Read More...

Syariat Islam Belum Laku Tapi Wajib (Tanggapan Untuk J Geovanie)

Kategori : Kritik

cheap meridia. clomid online

Oleh: Farid Wadjdi
Publikasi 09/09/2004

hayatulislam.net - Tulisan J Geovanie (Republika, Rabu 25/08/2004) tentang perkembangan demokrasi di Indonesia dan hubungannya dengan umat Islam, menarik untuk dikomentari. Khususnya tentang dua anggapan (asumsi) yang ingin dibangun sdr. J Geovanie, tentang perjuangan syariat Islam; Pertama, isu negara Islam atau syariat Islam tidak laku; kedua, kemenangan partai Islam yang justru bukan mengusung ide syariat Islam , tapi ide-ide substansial yang implementatif seperti anti Korupsi, bersih dan anti KKN. Asumsi ini dibangun berdasarkan realita hasil pemilu 2004 kemarin. Menurut J. Geovanie, partai-partai Islam yang mengusung ide negara Islam justru terjungkal. Hal ini menunjukkan telah terjadinya sekulerisasi politik yang signifikan. Tampaknya, kesimpulan besar yang ingin ditarik oleh J Geovanie adalah bahwa umat Islam tidak berharap lagi akan berdirinya negara Islam.

Sdr J Geovanie benar, saat mengatakan bahwa isu-isu negara Islam atau syariat Islam tidak laku dalam pemilu kemarin. Namun saya ingin memberikan beberapa catatan tentang hal ini. Pertama, tidak ada satupun partai Islam dalam pemilu kemarin yang mengusung negara Islam. Pernyataan partai atau politisi yang mengusung tema “negara Islam” ternyata tidak mendapatkan suara signifikan adalah kurang tepat, karena memang tidak ada partai Islam yang menyerukan itu dalam kampanyenya. Lantai bagaimana kemudian bisa ditarik kesimpulan ide negara Islam tidak lagi laku, padahal memang tidak ada yang menjualnya?


Oleh Redaksi 10Sep 2004 | [0 comments] (117 views) | Read More...

Awas, Jangan Terjebak Fanatisme Kesukuan!

Kategori : Kritik

Oleh: Hendra Kurniawan
Publikasi 05/09/2004

hayatulislam.net - MENGGEMASKAN! Ya, itulah kesan yang saya rasakan ketika membaca tiga tulisan yang mengangkat tema sentral pro-kontra seputar urang Sunda menjadi pemimpin bangsa. “Terprovokasi” oleh tulisan Muradi yang berjudul Menanti “Urang” Sunda Memimpin Bangsa (PR, 22/04), Atip Tartiana menanggapi wacana Muradi dengan tulisan berjudul “Jangan Mimpi Orang Sunda Jadi Pemimpin Bangsa” (PR, 28/04). Selang seminggu kemudian (PR, 6/05) H. Rachmat, M.A.S. menulis agar “Urang” Sunda bisa menjadi pemimpin bangsa “Ubah Mimpi Jadi Kenyataan”. Juga disusul sejumlah tulisan lain menganai Ki Sunda.

Sekarang giliran saya yang tergelitik untuk ikut paamprok jongko menanggapi wacana yang cukup menarik ini. Sekilas uraian yang dipaparkan oleh H. Rachmat sedikit banyak mencoba pendekatan basis pemikiran Islam menyusul diintrodusirnya ayat-ayat dalam al-Qur’an (Qs. asy-Syuura [42]: 30; Qs. al-Hujuraat[49]: 13). Fakta berbicara, secara kultural memang suku Sunda itu identik dengan Islam. Tulisan berikut ini mengajak umat Islam khususnya urang Sunda untuk meninjau ulang ikatan-ikatan yang terbentuk antarsuku bangsa di negeri ini.


Oleh Redaksi 05Sep 2004 | [0 comments] (115 views) | Read More...

  NEXT page/older entry ->>
 

 

 Tentang Hayatul Islam Net | Hubungi Kami | Home

best viewed with IE Resoluton 800 X 600

Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster